MENGENAL LEBIH DEKAT KOPERASI DARI SEJARAHNYA

Walaupun sejak kecil kita sering melihat adanya koperasi di dekat tempat tinggal kita,  semisal saat kecil kita mengenal Koperasi Unit Desa (KUD), koperasi kelompok tani, koperaasi nelayan, koperasi simpan pinjam dan lain sebagainya, dan walupun pada saat kita menjalani pendidikan sering diperdengarkan bahwa  koperasi adalah soko guru perekonomian Bangsa Indonesia, namun bila kita diminta untuk menjelaskan apa itu koperasi, sering kali kita tidak mampu menjelaskannya dengan benar.  Bahkan para penggerak di bidang  koperasipun bila diminta untuk  menjelaskan prinsip dan  nilai yang terkandung di dalam koperasi sering tidak mampu menjelaskannya.

Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba menjelaskan dengan singkat apa itu koperasi, prinsip dan nilai apa yang akhirnya pembaca dapat membedakan koperasi dengan perusahaan atau korporasi. Ada pepatah yang mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang” , maka untuk mengawali bagaimana menyayangi koperasi, bagaimana menggunakan koperasi sebagai sarana mensejahterakan kehidupan ekonomi kita,  kita harus terlebih dahulu mengenal apa itu koperasi. Hal ini penting karena sejatinya di Negara Indonesia, koperasi diberi beberapa  kemudahan dalam proses penyelenggaraannya oleh pemerintah, yang hal itu dapat diartikan bahwa pemerintah menginginkan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya melalui kehidupan berkoperasi,  dan akhirnya koperasi yang disebut sebagai soko guru perekonomian Bangsa Indonesia dapat terwujud.

Pada tulisan kali ini, tujuan akhirnya adalah mengajak para pembaca,  anggota koperasi, masyarakat yang belum menjadi anggota koperasi bahkan para karyawan, pengurus dan pengawas koperasi agar dapat  memahami jati diri, nilai luhur dan prinsip-prinsip  dalam koperasi  yang dapat memberi pengetahuan bahwa dengan berkoperasi masyarakat dapat menggapai kesejahteraannya  dan dengan berkoperasi  yang semula kecil dapat mengimabangi yang besar, akhirnya koperasi yang memiliki prinsip kerja  sesuai dengan budaya Bangsa Indonesia “Gotong Royong” dapat menjadi Soko Guru Ekonomi Bangsa Indonesia mengantar Indonesia  mendunia.

A. Definisi Koperasi

Sebelum membahas lebih lanjut apa definisi koperasi menurut para ahli, ada baiknya kita menelaah pengertian koperasi berdasarkan asal katanya.  Kata “koperasi” berasal dari bahasa Latin yakni “coopere”, yang dalam bahasa Inggris disebut dengan “cooperation”. Co mengandung arti “bersama” dan operation artinya “bekerja”. Jadi, cooperation berarti bekerja sama. Dengan demikian, secara terminologi, koperasi mempunyai arti “kerja sama”, atau mengandung makna “kerja sama”.

Berikut ini Pengertian Koperasi yang dijabarkan menurut para ahli, lembaga dan para penelitian:

  1. Dr. Fay menjabarkan bahwa koperasi adalah suatu perkumpulan beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.
  2. Menurut R.S.Soeraatmadja, koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang adalah juga pelanggan dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nirlaba atau dasar biaya.
  3. Definisi Koperasi menurut ILO (International Labour Organization) adalah Koperasi merupakan perkumpulan orang-orang, Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan, Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai, Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis, Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan, Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang.
  4. Dalam pengertian lain yang tertera dalam Pasal 1 No. UU RI No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, definisi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Dari berbagai pengertian koperasi menurut para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa koperasi merupakan sebuah organisasi berasaskan kekeluargaan yang tujuannya membantu meningkatkan taraf perekonomian para anggotanya melalui kegiatan yang dilakukan dari anggota untuk anggota dan oleh anggota, dikelola secara adil dengan  risiko atau hasil yang ditanggung anggota seimbang.

Dari pengertian koperasi tersebut di atas, dapat dimaknai bahwa untuk memajukan perekonomian masayarakat, koperasi merupakan wadah yang sesuai dengan budaya dan sifat dasar masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong royong. Hal inilah yang memicu penulis untuk berabagi pengetahuan dan mendorong gerakan berkoperasi bagi masyarakat Indonesia dengan tujuan menjaga semangat kekeluargaan dan gotong royong masayarakat Indonesia sambil memajukan derajat ekonomi dan kesejahteraan masyatakat, bangsa dan negara.

B. Sejarah  Koperasi

  1. Sejarah Koperasi  Dunia  Berdasarkan  Tokoh  dan  Asal Negara

a. 16 Penenun Fenwick, Skotlandia, Tahun  1761

Pada tanggal 14 Maret 1761, 16 penenun dan penenun magang daerah Fenwick-Scotlandia  datang bersama untuk menandatangani piagam kesepakatan.

Mereka setuju untuk bekerja sama untuk menetapkan harga pembelian untuk benang, menjual harga kain dan untuk berurusan secara adil dan jujur ​​dalam pekerjaan mereka – koperasi paling awal untuk yang kami punya catatan lengkap, Mereka juga menyiapkan dana yang mereka pinjamkan kembali kepada anggota untuk membeli barang-barang mahal, dan dari mana mereka memberikan sumbangan amal kepada orang miskin di desa. Beberapa telah melihat ini sebagai proto-credit union.

Belakangan dekade itu, pada tahun 1769, mereka sepakat untuk mengambil dana dari boxmereka untuk membeli “barang-barang” yang mereka jual dari titik pusat di desa, keuntungan akan kembali ke dana bersama mereka. Ini telah dilihat sebagai toko Co-op yang sangat awal.

Namun, para Penenun tidak hanya tertarik menggunakan usaha patungan mereka untuk meningkatkan pendapatan mereka. Dalam semangat kerjasama yang sesungguhnya, mereka mendirikan perpustakaan di desa, yang mendorong pembuat sepatu muda, John Fulton, untuk mempelajari bintang-bintang dan planet-planet. Hasil dari penelitian itu dapat dilihat hari ini di Museum Kelvingrove di Glasgow, di mana Orrery-nya masih dipajang. Mereka juga bergabung bersama dengan Freemason dan Masyarakat Ramah untuk mendanai pembangunan gedung sekolah pada tahun 1812. Mereka aktif dengan cara lain. Mereka membantu mendirikan Perhimpunan Emigrasi pada tahun 1839 (23 April) dan, pada tanggal 5 April 1846, sebagai anggota Gereja Secession, mereka membawa mantan aktivis perbudakan dan anti perbudakan Amerika yang terkenal, Frederick Douglass, ke desa untuk berbicara tentang pengalamannya. Sedihnya tenun handloom tidak dapat menahan kemajuan pabrik dan, pada tahun 1873, dengan hanya tiga anggota yang tersisa, mereka mengakhiri Serikat. Namun, ingatan mereka terus hidup, dengan tetap adanya  “Fenwick Weavers Society” yang mendasari  dalam Gerakan Koperasi besar  di seluruh dunia dengan hampir satu miliar operator yang berafiliasi dengan Aliansi Koperasi Internasional.   Kisah enam belas pria Fenwick itu akan terus hidup selama kita memiliki ko-operator.

b. Robert Owen, Skotlandia, Tahun 1813

Robert Owen lahir pada 14 Mei 1771  dan dianggap sebagai “Bapak” dari gerakan koperasi dunia. Pemikirannya tentang sosialisme ia tuangkan dalam buku yang berjudul “A New View of Society, an Essay on the Formation of Human Character” (1813). Dalam bukunya tersebut, ia menyatakan bahwa lingkungan social berpengaruh pada pembentukan karakter manusia.

Ia berusaha mencari caranya dengan meningkatkan kesejahteraan pekerjanya. Dalam bukunya tersebut juga mempersoalkan tentang pendidikan, dimana kejahatan-kejahatan dalam masyarakat disebabkan keadaan dan bukan oleh kejatuhan moral manusia sehingga pendidikan dalam suatu lingkungan yang baru akan dapat menghasilkan manusia-manusia rasional yang mempunyai kebiasaan teratur, sabar dan rajin. Sejak ia memiliki pabrik di New Lanark, ia melakukan berbagai perbaikan dalam bidang usahanya dengan mengurangi hari dan jam kerja buruh, dan menolak memperkerjakan anak-anak dibawah 10 tahun.


Di tempat itulah ia menyadari bahwa kemiskinan sangat terlihat jelas, yang kemudian membuat ia bergerak dengan mengadakan perbaikan rumah-rumah buruh, memperhatikan kesejahteraan keluarga dan pendidikan anak-anak buruh, membuka toko dimana mereka dapat membeli barang kebutuhan sehari-hari dengan lebih murah serta membentuk komunitas-komunitas dan serikat kerja. Di tempat ini pula Owen mulai memunculkan gagasan-gagasan tentang kesejahteraan buruh dan pentingnya pendidikan. Ia lebih mengedepankan kerjasama daripada kompetisi. Ia memiliki ide membentuk “desa co-operasi” di mana para pekerja akan menyeret diri keluar dari kemiskinan dengan menumbuhkan makanan mereka sendiri, membuat pakaian mereka sendiri dan akhirnya menjadi pemerintahan sendiri.

Keberhasilan  Robert Owen adalah :

1) Mendirikan Komunitas-komunitas.

Robert Owen mulai mendirikan komunitas-komunitas atau perkampungan komunitas yang disebut dengan Owenite yang didirikan berdasarkan konsep yang terakhir ini di beberapa tempat di Eropa dan Amerika Serikat, seperti New Harmony (Keselarasan baru) di Indiana dan Brook Farm (Massachussets) serta koperasi teladan dan kemudian menyokong organisasi-organisasi serikat kerja baru yang muncul di Inggris dan Skotlandia.

2) Perbaikan Ekonomi di Seluruh Lapisan Masyarakat

Ia mengajarkan pentingnya perbaikan ekonomi seluruh lapisan masyarakat dan penyelesaian masalah yang timbul antara kaum kapitalis dan buruh. Caranya melalui berbagai kebijakan yang dapat mengendalikan timbulnya kesenjangan ekonomi dan kecemburuan sosial. Ia sendiri pernah menjadi manager sebuah pabrik pemintalan di umur 19 tahun. Pengalamannya sebagai manager sangat mempengaruhi pemikiran ekonominya. Owen langsung mengadakan perbaikan social yang sangat tidak biasa pada waktu itu bagi sekitar 2000 buruh pabriknya, yang 500 di antaranya adalah anak-anak. Ia memperbaiki perumahan mereka, membuka sekolah bagi anak-anak dan toko dimana mereka dapat membeli barang kebutuhan sehari-hari dengan lebih murah. Ternyata semangat kerja dan hasil para buruh meningkat. Dengan demikian Owen berhasil membuktikan bahwa upah dan kondisi kerja yang baik tidak mesti merugikan perusahaan.

3) Perkembangan Pendidikan di Dunia

Ia memperjuangkan perbaikan nasib anak-anak yang memprihatinkan, yang pada zaman itu umumnya harus bekerja dalam pabrik tekstil sejak umur enam tahun selama 14-16 jam per hari. Owen menganjurkan bahwa berani dan radikal menurut ukuran kesadaran kapitalis tahun 1813 – supaya hari kerja biasa yang terdiri atas 13 jam dari jam enam pagi hingga jam tujuh sore, jangan dipaksakan kepada anak-anak di bawah umur dua belas tahun. Karena pada umur tersebut “pendidikan mereka mungkin sudah akan berakhir dan anggota badan mereka lebih sanggup untuk menjalani kelelahan dan kerja berat yang dikehendaki dari mereka”. Alam manusia, “pada umumnya dapat dibentuk-bentuk”, dan apabila pendidikan dapat menjadi kunci untuk membentuk manusia agar lebih rasional dan lebih suka bekerja sama, “Negara yang paling baik pemerintahannya adalah Negara yang mempunyai system pendidikan nasional yang terbaik”.

Pandangan Owen tentang dunia pendidikan menjelaskan bahwa tujuan utama pendidikan adalah pengembangkan sikap moral. Anak-anak oleh Owen diibaratkan seperti plastik yang mudah dibentuk, berbudi luhur dan cerdas bila mendapat pendidikan yang tepat mulai dari masa kanak-kanak, mereka akan membentuk kebiasaan-kebiasaan baik dan akan mencegah atau membasmi segala kejahatan social serta akan menyempurnakan masyarakat dimanapun mereka berada.

4) Pencetus adanya gerakan Koperasi

Seorang georgejetson yang membuat kekayaannya dalam perdagangan kapas, Owen diyakini dalam menempatkan pekerja di lingkungan yang baik dengan akses pendidikan bagi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka. Ia adalah seorang pelaku bisnis sukses yang menyumbangkan banyak laba dari bisnisnya demi peningkatan hidup karyawannya. Ide-ide ini diberlakukan berhasil di pabrik kapas di New Lanark, Skotlandia. Di sinilah toko koperasi pertama dibuka. Didorong oleh keberhasilan ini, ia memiliki ide membentuk “desa co-operasi” di mana para pekerja akan menyeret diri keluar dari kemiskinan dengan menumbuhkan makanan mereka sendiri, membuat pakaian mereka sendiri dan akhirnya menjadi pemerintahan sendiri.

c. William King

Dr. William King, yang lahir di Ipwich tahun (1786)adalah perintis koperasi kedua di Inggris. Sebagai dokter lulusan Cambridge yang kemudian bertugas diBrighton, ia menaruh perhatian yang besar kepada nasib kaum buruh. Sebagai dokter yang juga mempelajari teologi, filsafat, sejarah, ilmu pasti dan ekonomi. Ia memiliki rasa kemanusiaan yang sangat tinggi rasa. Ia ingin berbuat sesuatu yang dapat membantu memperbaiki nasib kaum buruh. Ia segera saja mengembangkan berbagai pedoman dan menterjemahkan berbagai ide usaha bersama ala Robert Owen tersebut ke dalam tindakan-tindakan yang lebih nyata.

Pada akhir tahun 1839, King mulai memelopori berdirinya koperasi-koperasi lokal yang relatif kecil-kecil. Beberapa buruh diorganisir untuk mendirikan tako koperasi agar dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari secara bersama-sama. Kegiatan tersebut sekaligus untuk menghindarkan kaum buruh dieksploitasi oleh warung dan pedagang swasta yang banyak tumbuh pada saat itu. Dalam waktu 2 (dua) tahun telah berdiri sekitar 130 koperasi atas anjuran dan bantuannya.
Koperasi di masa William King telah mendekati koperasi modem, karena telah memasukkan unsur ilmu pengetahuan dan teknologi di dalamnya. Meskipun telah berupaya dengan sekuat tenaga, namun kurangnya keinsyafan dari kalangan anggot telah menyebabkan kurang berhasilnya perkembangan dengan baik. Meskipun demikian, ada beberapa kalangan yang juga mencatat bahwa berbagai keberhasilan koperasi di saat itu telah menjadikan para pedagang non koperasi menjadi semakin tidak suka kepada koperasi. Pedagang merasa mendapatkan pesaing yang benar-benar harus dilawan.

Situasi tersebut telah meningkatkan persaingan yang keras dari para pedagang non koperasi terhadap koperasi. Sampai-sampai majikan-majikan pabrikan pun membayar upah buruhnya dalam bentuk kupon yang hanya bisa dibelanjakan di tako-tako non koperasi milik majikan pabrikan. Koperasi rintisan King memang pada akhimya tak mampu berkembang secara meluas, namun bagaimanapun kegiatan dan dorongan nyata Dr. William King telah mengukuhkan lahimya idealisme baru bahwa kehidupan yang baik ternyata dapat dicapai dengan berkoperasi. Ia juga berpendapat, bahwa di dalam organisasi koperasi konsumsi terdapat jalan untuk pembaharuan sosial dan ekonomi. Dengan jalan berkoperasi, menurut King, buruh-buruh akan terlepas dari ketergantungan dan dengan menyisihkan dana cadangan dari keuntungan secara terus menerus akan memperoleh kekuatan (D. Danoewikarsa, 1977).
Hal ini merupakan hal yang paling menonjol dalam perkembangan koperasi lebih lanjut. Semangat keberhasilan sebagai dasar bagi berdirinya suatu koperasi telah diletakkan oleh Dr. William King. Karena begitu gigih dan besarnya perhatian Dr. William King terhadap koperasi pada saat itu, maka sementara kalangan ada yang menyebutnya sebagai Bapak Koperasi (D.Danoewikarsa, 1977).

Gerakan koperasi yang dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865)  tersebut kemudian dikenal sebagai “KOPERASI PRAINDUSTRI”.

Semenjak itu mulai bermunculan berbagai koperasi konsumsi awal di Inggris. Termasuk masyarakat di Rochdale, pada tahun 1833 sempat mendirikan The Rochdale Friendly Cooperative Society. Namun koperasi tersebut tidak tahan lama, antara lain karena koperasi tersebut melakukan pelayanan secara kredit bagi penjualan barang-barang konsumsinya kepada anggota,sehingga modalnya yang relatif kecil tak kuat menopang kegiatan tersebut. Ada catatan yang menarik bahwa di London, pada tahun 1832, sempat terselenggara Kongres Koperasi.

Ada sejumlah catatan yang menyebutkan bahwa koperasi dimulai sebagai organisasi akar rumput kecil di Eropa Barat, Amerika Utara dan Jepang pada pertengahan abad ke-19, namun perintis Rochdale umumnya dianggap sebagai prototipe masyarakat koperasi modern dan pendiri Gerakan Koperasi pada tahun 1844.

d. Charles Howard.

Rochdale kembali digemparkan ketika pada tanggal 15 Agustus 1844, dengan dipimpin Charles Howard, 28 orang buruh pelopor dari Rochdale, Manchester, yang terdiri dari seorang perempuan dan 27 orang pria, yang kesemuanya adalah buruh tenun, telah sepakat untuk mendirikan koperasi. Mereka telah mempelajari dengan seksama gagasan dan pemikiran Robert Owen dan William King.
Demikian juga mempelajari sebab-sebab kegagalan koperasi di masa laIu, dan akhirnya melalui berbagai diskusi mereka mampu menyepakati berdirinya koperasi yang bertumpu pada pokok-pokok pikiran: solidaritas, demokratis, kemerdekaan, alturisme, keadilan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.
Seiring dengan derap para pekerja pabrik membangun berbagai usaha bersamanya, pada tahun 1829, Bank Of Scotland juga berimprovisasi mencoba memberikan pinjaman kepada pemilik toko, pengrajin dan petani tanpa jaminan barang, tetapi jaminan pribadi dan karakter dari calon peminjam. Pendekatan kepercayaan tersebut berhasil dan di kemudian hari telah menjadi salah satu dasar pengembangan koperasi simpan pinjam ala Raiffeisen dan Schulze Delitzsch di Jerman.


Tonggak Baru Perkoperasian Di Rochdale

Rochdale  kembali digemparkan ketika pada tanggal 15 Agustus 1844, dengan dipimpin Charles Howard, 28 orang buruh pelopor dari Rochdale, Manchester, yang terdiri dari seorang perempuan dan 27 orang pria, yang kesemuanya adalah buruh tenun, telah sepakat untuk mendirikan koperasi. Mereka telah mempelajari dengan seksama gagasan dan pemikiran Robert Owen dan William King.
Demikian juga mempelajari sebab-sebab kegagalan koperasi di masa laIu, dan akhirnya melalui berbagai diskusi mereka mampu menyepakati berdirinya koperasi yang bertumpu pada pokok-pokok pikiran: solidaritas, demokratis, kemerdekaan, alturisme, keadilan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Mereka juga sepakat bahwa cara-cara bekerja koperasi dilandasi oleh 6 (enam) asas-asas koperasi konsumsi, yang kemudian dikenal sebagai prinsip-prinsip koperasi Rochdale tahun 1844 (D.Danoewikarsa, 1977). Selanjutnya disepakati pula bahwa masing-masing anggota diwajibkan menyerahkan 240 pence(bentuk jamak dari penny), yang diangsur tiap minggu 2 pence. Dengan demikian dalam waktu 120 minggu kewajiban tersebut telah dapat diselesaikan oleh masing-masing anggota. Mereka juga diwajibkan menyerahkan modal sebesar satu poundsterling, untuk modal pengembangan usaha.


Koperasi tersebut diberi nama “The Rochdale Society’s Of Equitable Pioneers”, yang kemudian didaftarkan pada tanggal 24 Oktober 1844 dan mulai beroperasi pada tanggal 21 Desember 1844. Koperasi tersebut kemudian dikenal sebagai koperasi konsumsi pertama di dunia yang sukses pada masanya.Bila pada saat pembukaan, akhir 1844, “Warung” koperasi yang berlokasi di Toadlane itu baru mampu menyediakan 25 Kg mentega, 25 Kg gula, 7 karung tepung terigu yang terdiri atas tiga macam, dan dua katak lilin yang berisi 24 batang lilin (berdasarkan data yang tersebut dalam daftar inventarisnya), maka 7 (tujuh) tahun kemudian, yaitu pada tahun 1851, koperasi telah mampu mendirikan sebuah pabrik, menyediakan perumahan bagi anggota, mengadakan pelatihan-pelatihan dasar, dan sebagainya. Anggotapun telah berkembang menjadi 5.526 orang pada tahun 1855.


Sukses koperasi tersebut telah semakin mendorong bergulirnya semangat berkoperasi ke beberapa wilayah lain di lnggris dan juga ke beberapa negara di Eropa lainnya, seperti Jerman, Negeri Belanda, Perancis, Denmark, Swedia, Norwegia, Rusia dan beberapa negara Eropa Timur lainnya, bahkan ke henna Arnerika, Asia, Afrika dan Australia serta di berbagai pelosok dunia.

e. Schultz Delitsch

Herman Schultz-Delitsch (1808-1883), hakim dan anggota parlemen pertama di Jerman yang berhasil mengembangkan konsep badi prakarsa dan perkembangan bertahap dari koperasi-koperasi kredit perkotaan, koperasi pengadaan sarana produksi bagi pengrajin, yang kemudian diterapkan oleh pedagang kecil, dan kelompok lain-lain.

Selain koperasi kredit, Schulze mendirikan koperasi jenis-jenis lain, antara lain :

  1. Koperasi asuransi untuk resiko sakit dan kematian.
  2. Koperasi pengadaan bahan baku dan sarana produksi serta memasarkan hasil produksi.
  3. Koperasi produksi, yaitu dimana anggota-anggotanya sebagai pemilik dan pekerja pada koperasi tersebut pada saat yang sama.

f. Raiffeissen, Jerman (Pendiri Koperasi Kredit / Credit Union)

Pada abad 19, tahun 1846-1847, masyarakat Jerman ditimpa musibah kelaparan dan musim dingin yang hebat. Akibat cuaca buruk tersebut, banyak penduduk yang kelaparan. Penyakitpun menyerang mereka. Akhirnya kehidupan menjadi sangat kacau. Para petani yang menggantungkan hidup pada kemurahan alam tak berdaya. Henry Wolff seorang pejabat local setempat menggambarkan kondisi para petani saat itu sebagai “Dunia Tak Berpengharapan”. Miskin tak berdaya dan pertanian berantakan. Masyarakat tidak memiliki uang untuk membeli mesin pertanian, pupuk, bibit atau membangun peternakan untuk meningkatkan pendapatan.

Pada saat itu petani adalah korban yang sangat menderita. Para petani meminjam uang dari lintah darat dengan bunga yang sangat tinggi. Disamping itu mereka meminta jaminan atas lahan pertanian mereka. Apabila mereka gagal membayar pada saat jatuh tempo maka tanah pertanian dan harta benda lain yang mereka gadai langsung disita. Bahkan sering terjadi harta benda para petani juga menjadi incaran para lintah darat. Kehidupan para petani pada waktu itu ibarat “gali lobang tutup lobang, tutup hutang lama, cari hutang baru.”

Tahun 1849 saat Friedrich Wilhelm Raiffeisen menjadi walikota ia mendirikan Perkumpulan Masyarakat Flamersfeld untuk membantu para petani miskin yang terdiri dari 60 orang kaya. “Kaum miskin harus segera ditolong” begitu katanya. Maka Raiffeisen mengundang kaum kaya agar mengumpulkan uang untuk menolong kaum miskin. Kaum kaya menanggapi secara positif seruan sang walikota

Usaha ini ternyata tidak membuahkan hasil dan tidak menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh kaum miskin. Derma atau bantuan cuma-cuma tidak dapat memecahkan masalah kemiskinan namun menambah beban karena jumlah warga miskin menjadi terus bertambah karena mudahnya mendapat sumbangan. Penggunaan uang oleh kaum miskin tidak terkontrol, bahkan tidak sedikit yang cepat-cepat memboroskan uangnya agar menerima derma lagi. Akibatnya para dermawan tidak berminat membantu kaum miskin lagi.

Friedrich Wilhelm Raiffeisen, pada waktu itu juga mendirikan Brotveiren, suatu kelompok yang membagi-bagikan roti kepada kaum miskin. Kemudian ia mendirikan pabrik roti yang menjual roti kepada orang yang tidak mampu dengan harga murah. Ia juga mendirikan perkumpulan yang bertugas meminjamkan uang dan membeli bibit kentang kepada petani. Tetapi hal itu ternyata juga tidak menyelesaikan masalah kemiskinan secara permanen. Hari ini diberi, besok sudah habis, begitu seterusnya.

Friedrich Wilhelm Raiffeisen pindah ke Heddersdoff dan menjabat lagi sebagai walikota. Ia juga mendirikan perkumpulan Heddesdorfer Welfare Organizationsuatu organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan. Kemudian organisasi ini dikenal cukup luas dimasyarakat. Walaupun pengorganisasiannya berhasil tetapi kemudian muncul berbagai kendala. Para penanam modal dari kaum kaya mulai luntur semangatnya, karena keuntungan organisasi tersebut tidak mereka rasakan.

Reiffeisen terus memperbaiki dan menyempurnakan gagasan terutama mengenai prinsip dan metode pengorganisasian masyarakat. Akhirnya ia mengganti pendekatan dari pendekatan derma dan belas kasihan dengan PRINSIP MENOLONG DIRI SENDIRI (self help). Ternyata pendekatan ini Sukses.

Tahun 1864 Friedrich Wilhelm Raiffeisen mendirikan sebuah organisasi baru berama “Heddesdorfer Credit Union” dimana kebanyakan anggotanya adalah para petani. Untuk menjadi anggotanya seseorang harus berwatak baik, rajin, dan jujur. Untuk mengetahuinya, para tetangga harus memberikan rekomendasi. Kegiatannya mirip arisan, mengumpulkan sejumlah uang lalu meminjamkannya kepada anggota yang memerlukan. ManajemenHeddesdorfer Credit Union dijalankan secara demokratis dengan cara:

  1. Setiap anggota berpartisipasi dalam rapat anggota.
  2. Satu anggota satu suara.
  3. Para anggota memilih pengurus dan membuat pola kebijakan bersama.
  4. Dipilih suatu badan yang disebut dengan pengawas.
  5. Pengawas bertugas mengawasi kegiatan Credit Union dan membuat laporan pengawasan kepada rapat anggota
  6. Raiffeisen menekankan pada kerja secara sukarela kepada Pengurus dan Pengawas
  7. Yang boleh menerima imbalan hanyalah kasir purnawaktu yang menjalankan operasional

Berdasarkan pengalaman di atas, sang wali kota akhirnya memiliki kesimpulan:

  • Sumbangan tidak menolong diri kaum miskin, tetapi sebaliknya merendahkan martabat manusia yang menerimanya.
  • Kemiskinan disebabkan oleh cara berpikir yang keliru
  • Kesulitan si miskin hanya dapat diatasi oleh si miskin itu sendiri.
  • Si miskin harus mengumpulkan uang secara bersama-sama dan kemudian meminjamkan kepada sesama mereka.
  • Pinjaman harus digunakan untuk tujuan produktif yang memberikan penghasilan. Jaminan peminjam adalah watak peminjam.

Singkatnya Heddesdorfer Credit Union yang dibangun Reiffeisen, Petani dan Kaum buruh berkembang pesat di Jerman. Credit Union Sampai wafatnya Reiffeisen tahun 1988, terdapat 425 Credit Union di Jerman.

Keberhasilan Heddesdorfer Credit Union atas 3 prinsip utama dalam menjalankan organisasi akhirnya menjadi prinsip dasar Credt Union:

  1. Azas Swadaya, modal dari simpanan hanya diperoleh dari anggotanya,
  2. Azas Setiakawan/solidaritas, Pinjaman hanya diberikan kepada anggotanya,
  3. Azaz Pendidikan/penyadaran, membangun watak adalah yang utama, hanya yang berwatak baik yang diberikan pinjaman

CU berkembang ke seluruh dunia, Seorang wartawan Alphonse Desjardin pada awal abad ke-20 membawa CU ke Canada. Seorang saudagar kaya Edward Fillene membawa CU ke Amerika Serikat.Mary Gabriella Mulherim membawa ke Asia khususnya Korea. Pada tahun 1934, dibuat Undang-Undang tentang Credit Union pada masa pemerintahan Presiden F. D. Rosevelt. Kemudian gabungan Credit Union di Amerika Serikat (Credit Union National Association) membentuk Biro Pengembangan CU sedunia, yang diresmikan menjadi World Council of Credit Unions (WOCCU) pada 1971. Kantor pusatnya di Madison, Wiscounsin Amerika Serikat.

B. Sejarah Koperasi Di Indonesia

Pada abad ke-20 Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Hal ini lantas mendorong beberapa orang mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama.

Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi) pada tahun 1896. Ia mendirikan Bank tersebut dengan tujuan untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.

Cita-cita Patih tersebut dikembangkan oleh seorang asisten residen Belanda De Wolffvan Westerrode. Ia menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa dan menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi.

Pemerintah Belanda tidak menjadikan Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa menjadi Koperasi tetapi, membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pada tahun 1908, Dr. Sutomo mendirikan Budi Utomo yang berperanan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve. Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.

Pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Pada tahun 1933 Usaha Koperasi mati untuk yang kedua kalinya setelah dikeluarkan UU yang mirip UU no. 431. Pada masa kedudukan Jepang, Jepang mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya kopersi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berganti dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

C. Kesimpulan

Koperasi merupakan sebuah organisasi berasaskan kekeluargaan yang tujuannya membantu meningkatkan taraf perekonomian para anggotanya melalui kegiatan yang dilakukan dari anggota untuk anggota dan oleh anggota, dikelola secara adil dengan  risiko atau hasil yang ditanggung anggota seimbang.

Koperasi di Dunia dan di Indonesia timbul dengan dilatarbelakangi oleh adanya keterpurukan ekonomi masyarakat banyak akibat himpitan kaum kapitalis dan pengusaha mampu.

Semangat pendirian koperasi didasari oleh kesadaran bahwa dengan membangun ikatan dalam semangat kebersamaan, meningkatkan  pengetahuan dalam ikatan kebersamaan, berkontribusi dari hal kecil yang dimiliki disatukan dalam ikatan kebersamaan dan  dikelola secara bersama-sama,  maka sebagai kaum lemah akan mampu mengatasi permasalahan ekonomi mereka sehingga mereka mampu bersaing dengan kaum kapitalis yang sudah terlebihdahulu memiliki modal kuat.

D. Rekomendasi

Sebagai bangsa yang memiliki semangat gotong royong, perlu mengenal prinsip dan nilai-nilai koperasi yang sesungguhnya, karena dengan pemahaman tersebut, kita dapat tergerak untuk berjuang mencapai kesejahteraan melalui koperasi, walaupun kita hanya memiliki potensi yang kecil. “Dari hal kecil, dari relasi yang kecil, dari modal yang kecil dari pengetahuan yang sedikit, bila disatukan dalam ikatan koperasi niscaya akan mampu menjadi besar dan menandingi yang besar”

Semangat Indonesia, Semangat Koperasi.

F. Referensi

https://www.ica.coop/en

https:/fenwickweaverscooperative.com/frenwick-weavers-society/history/

https://ppklkemenkop.id/index.php?rute=post&term=detail&pos=104

Sejarah Singkat Lahirnya Koperasi di Dunia

http://www.credituniondayalestari.org/page/sejarah-credit-union-dunia#

http://www.ksupointer.com/2010/sejarah-lahirnya-koperasi

Tentang Alexander Risdianto, S. Kep. Ners. M.M.

Pendiri Website adalah seorang yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan di Stikes St. Borromeus dan lulus Program Magister Manajemen konsentrasi SDM di Universitas Widyatama. Selama berkarir aktif menggiatkan Koperasi kredit di wilayahnya sehingga koperasinya pernah menjadi salah satu koperasi kredit yang terbaik di wilayah Jawa Barat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *